PT Pertamina (Persero) terus tancap gas dalam menjalankan agenda transformasi bisnis berskala besar. Hingga penutupan semester pertama tahun 2026, perusahaan energi pelat merah tersebut berhasil melakukan perampingan atau streamlining terhadap 31 entitas anak usaha di bawah naungan grup perusahaan.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fokus pada lini bisnis utama. Menurutnya, penataan ini selaras dengan arahan pemerintah serta aspirasi Danantara untuk memantapkan posisi Pertamina dalam menjaga ketahanan energi di Tanah Air.

Proses penataan tersebut dilakukan melalui serangkaian mekanisme korporasi, mulai dari merger, divestasi lini bisnis yang tidak lagi menjadi prioritas (non-core), hingga likuidasi terhadap entitas yang sudah tidak aktif atau dormant. Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan struktur organisasi yang jauh lebih tangkas, efisien, dan memiliki tata kelola yang jauh lebih sehat.

"Tujuan utamanya adalah menciptakan nilai tambah bagi ekonomi nasional dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi publik. Meski beberapa entitas hulu yang dilikuidasi selama ini tidak membebani biaya operasional, langkah ini tetap perlu diambil untuk merapikan struktur grup perusahaan secara menyeluruh," ungkap Agung.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjamin bahwa seluruh tahapan transformasi ini tetap mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko yang ketat. Pihaknya memastikan proses tersebut telah melalui pengawasan ketat dari berbagai instansi lintas sektoral, termasuk aparat penegak hukum dan auditor, guna menjaga transparansi dan akuntabilitas perusahaan.

Langkah perampingan ini juga menjadi wujud nyata kepatuhan Pertamina terhadap Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur percepatan penataan badan usaha milik negara. Ke depan, Pertamina menargetkan bahwa efisiensi operasional yang dihasilkan dari program ini akan berdampak langsung pada penguatan rantai pasok energi yang lebih stabil bagi masyarakat luas.