Universitas Lampung (Unila) menegaskan kesiapannya untuk berperan aktif dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui keterlibatan dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Forum strategis yang mempertemukan para menteri Kabinet Merah Putih dengan pimpinan perguruan tinggi ini menjadi wadah untuk merumuskan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan demi mendukung kesejahteraan bangsa.

Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Apriani, menyampaikan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan hasil riset akademis ke dalam sektor industri. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata guna mendukung visi Indonesia Emas 2045, di mana perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang adaptif sekaligus memberikan solusi inklusif atas berbagai tantangan nasional, mulai dari ketahanan pangan hingga sektor energi.

Melalui KSTI 2026 yang mengusung tema 'Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia', Unila berharap dapat membangun kolaborasi multistakeholder yang lebih solid. Sinergi ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat pembangunan nasional, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa dalam melakukan riset terapan bersama industri skala besar.

Lebih lanjut, inisiatif ini diharapkan mampu memperluas implementasi program 'Kampus Berdampak' melalui berbagai inovasi dan *joint venture* strategis. Dengan memperkuat ekosistem riset yang berorientasi pada hilirisasi, Unila optimis dapat mencetak talenta unggul yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus mempercepat kemandirian ekonomi nasional di masa depan.