PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kini memasuki fase baru dalam operasionalnya setelah sukses merampungkan transformasi besar pada sistem teknologi informasi (IT). Langkah strategis ini menjadi fondasi utama bagi BSI, khususnya di Region III Palembang, untuk mengakselerasi layanan digital yang lebih modern dan inklusif bagi seluruh nasabah.
Region CEO BSI Region III Palembang, Ari Yusnairy Muslim, menyatakan bahwa pihaknya siap mengimplementasikan sistem teknologi terbaru tersebut ke dalam ekosistem bisnis regional. Transformasi yang rampung pada pertengahan Mei 2026 ini merupakan salah satu proyek teknologi terbesar BSI yang melibatkan 1.500 personel untuk memastikan migrasi data serta peningkatan sistem core banking dari R10 ke R24 berjalan secara optimal.
Penguatan infrastruktur digital ini diharapkan mampu mendongkrak performa bisnis unggulan BSI, terutama pada sektor pembiayaan emas dan pengelolaan dana haji. Mengingat posisi BSI yang memegang lisensi ganda sebagai bank syariah sekaligus bank emas, digitalisasi ini dinilai krusial untuk mempertahankan tren pertumbuhan positif yang telah tercapai sepanjang kuartal pertama tahun 2026.
Berdasarkan catatan kinerja hingga Maret 2026, Region III Palembang menunjukkan capaian impresif dengan pertumbuhan Tabungan Emas mencapai 406,5 persen secara tahunan, sementara jumlah rekening tabungan haji meningkat sebesar 18-19 persen. Selain itu, perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 23,9 persen dan sektor pembiayaan naik sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara operasional, BSI Region III Palembang yang membawahi enam provinsi di Sumatra didukung oleh jaringan luas yang terdiri dari 16 kantor cabang, 85 kantor cabang pembantu, serta dua kantor fungsional. Keberhasilan transformasi sistem ini sekaligus memperkokoh fundamental bisnis BSI secara nasional, yang hingga April 2026 telah membukukan laba bersih sebesar Rp2,80 triliun dengan total aset mencapai Rp452 triliun.