Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Andra Soni mengungkapkan bahwa proses pemadaman menghadapi kendala signifikan karena titik api berada di puncak tumpukan sampah yang menjulang setara dengan bangunan tujuh lantai.
Untuk mengatasi kesulitan tersebut, dua unit helikopter bantuan dari pemerintah pusat dikerahkan guna melakukan operasi water bombing. Andra menyebut bantuan udara ini sangat krusial mengingat jangkauan pemadaman konvensional tidak mampu mencapai titik api yang berada di ketinggian ekstrem tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa insiden ini merupakan refleksi atas volume sampah yang terus diproduksi masyarakat. Selain memicu beban berlebih di TPA, sebagian sampah juga kerap mencemari sungai, yang akhirnya memakan anggaran pajak daerah untuk proses pembersihan.
Menanggapi kondisi ini, Andra mewacanakan standarisasi sarana prasarana di seluruh TPA di wilayah Banten. Ia menegaskan bahwa ke depannya, setiap tempat pembuangan sampah wajib memiliki fasilitas pemadam api mandiri serta cadangan sumber air yang memadai untuk mitigasi dini.
Data BMKG menyebutkan bahwa musim kemarau saat ini merupakan yang paling panas dalam 30 tahun terakhir, yang menjadi faktor pemicu utama kebakaran. Selain cuaca ekstrem dan tiupan angin, potensi ledakan dari gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah kini menjadi fokus antisipasi pihak berwenang guna mencegah dampak yang lebih luas.