Jelang laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan tuan rumah Meksiko, pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menyampaikan kekhawatiran serius mengenai kondisi geografis Stadion Azteca. Tuchel menilai bahwa waktu persiapan yang minim membuat anak asuhnya mustahil untuk beradaptasi dengan tipisnya kadar oksigen di Mexico City, yang terletak di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut.

Pernyataan tersebut mencuat setelah Inggris memastikan langkah ke fase gugur usai menundukkan RD Kongo dengan skor tipis 2-1. Dalam laga tersebut, Harry Kane kembali menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol yang sekaligus membawanya melampaui rekor koleksi gol legenda Brasil, Pelé, di turnamen Piala Dunia dengan total 13 gol.

Meksiko sendiri memiliki keuntungan psikologis dan fisik karena telah memainkan sebagian besar pertandingannya di Stadion Azteca. Di sisi lain, skuad The Three Lions harus menempuh perjalanan dari markas mereka di Kansas City dengan waktu pemulihan yang sangat sempit. Tuchel menegaskan bahwa kendala fisik ini menjadi tantangan nyata bagi skuadnya, namun ia tetap optimistis dengan kekuatan mental yang dimiliki para pemain.

Selain faktor alam, Tuchel juga bersiap menghadapi potensi gangguan non-teknis dari suporter tuan rumah. Mengacu pada insiden sebelumnya yang melibatkan timnas Ekuador, di mana ketenangan hotel mereka terganggu oleh kebisingan kembang api, pelatih asal Jerman itu menegaskan telah melakukan antisipasi.

"Kami tidak tahu apakah perjalanan ini akan berjalan mulus, termasuk kualitas istirahat kami nanti. Namun, saya tegaskan bahwa tim ini siap menghadapi segala bentuk tekanan," ujar Tuchel. Ia menambahkan bahwa pengalaman selama pemusatan latihan di Florida setidaknya telah memberikan modal ketahanan fisik bagi skuadnya dalam menghadapi cuaca panas di Amerika Utara.