PT Bach Multi Global Tbk (BACH), perusahaan yang berafiliasi dengan konglomerasi Grup Djarum, secara resmi mengumumkan penyesuaian jadwal dalam proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Berdasarkan prospektus terbaru, perusahaan memutuskan untuk memundurkan agenda penawaran guna memastikan kesiapan administratif yang lebih optimal.

Dalam pengumuman tersebut, perseroan menetapkan harga final penawaran sebesar Rp442 per saham. Harga ini berada di dalam rentang harga penawaran awal yang sebelumnya sempat dipatok antara Rp400 hingga Rp500 per lembar. Bersamaan dengan penetapan harga tersebut, BACH juga melakukan penyesuaian strategi dengan menggandeng penjamin emisi (underwriter) baru untuk memperkuat proses distribusi saham.

Masa penawaran umum kini dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 6 Juli 2026. Sementara itu, untuk proses penjatahan serta distribusi saham secara elektronik akan dilakukan pada 7 Juli 2026. Puncaknya, pencatatan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan terlaksana pada 8 Juli 2026.

Melalui aksi korporasi ini, PT Bach Multi Global Tbk akan melepas sebanyak 615 juta saham baru ke publik. Dana segar yang ditargetkan dari proses IPO ini mencapai Rp271,83 miliar. Rencananya, mayoritas dana hasil emisi tersebut akan dialokasikan untuk melunasi sebagian utang perusahaan kepada PT Bank Permata Tbk sebesar Rp91,02 miliar, yang sebelumnya ditarik sebagai fasilitas modal kerja.