Tim nasional Portugal sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 di BMO Field, Toronto. Pertandingan yang berjalan ketat tersebut diwarnai dengan drama pembatalan gol di menit-menit akhir yang menjadi penentu nasib kedua tim.

Kroasia sempat membuka asa untuk menyamakan kedudukan melalui gol Josko Gvardiol pada masa injury time. Namun, wasit Espen Eskas mengambil keputusan krusial dengan menganulir gol tersebut setelah meninjau data dari sistem Video Assistant Referee (VAR). Keputusan ini diambil karena Mario Pasalic dinyatakan berada dalam posisi offside setelah terjadi sentuhan tipis dengan pemain Kroasia lainnya, Igor Matanovic.

Protes keras sempat dilayangkan kubu Kroasia lantaran sentuhan tersebut nyaris tidak terlihat secara kasat mata dalam tayangan ulang visual standar. Ketegangan baru mereda setelah otoritas pertandingan mengonfirmasi keabsahan keputusan tersebut berkat bantuan Connected Ball Technology yang tertanam dalam bola resmi Adidas Trionda.

Teknologi mutakhir ini mampu mendeteksi getaran frekuensi tinggi melalui sensor inersia (IMU) berkapasitas 500 Hz yang tertanam di inti bola. Sensor ini mengirimkan data pergerakan tiga dimensi secara akurat hingga 500 kali per detik ke ruang operasi video, memungkinkan sistem pelacakan untuk memvalidasi posisi pemain secara semi-otomatis.

Inovasi yang diimplementasikan FIFA dalam turnamen kali ini membuktikan peranan krusial teknologi dalam menjaga integritas dan keadilan di lapangan hijau. Dengan hasil ini, Portugal resmi melangkah ke babak gugur, sementara Kroasia harus mengakhiri perjalanan mereka dengan menyisakan kontroversi yang memicu perdebatan terkait efektivitas teknologi dalam olahraga sepak bola.