Pemerintah Provinsi Riau tengah menggenjot partisipasi masyarakat dalam program pemeriksaan kesehatan gratis. Hingga akhir Juni 2026, tingkat pemanfaatan layanan ini tercatat masih minim, yakni baru mencapai 1,02 juta jiwa dari total sasaran 6,8 juta penduduk di seluruh wilayah Riau.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengungkapkan bahwa persentase capaian tersebut baru menyentuh angka 14,9 persen. Menurutnya, rendahnya tingkat partisipasi ini menjadi tantangan besar yang memerlukan sinergi dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini.
Sebagai langkah strategis, Dinas Kesehatan telah mengonsolidasikan seluruh dinas kesehatan kabupaten dan kota se-Riau untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Koordinasi ini tidak hanya bertujuan memperkuat implementasi program kesehatan tahun 2026, tetapi juga memastikan kesiapan operasional di lapangan dalam mendukung agenda kesehatan nasional.
Untuk mengakses layanan ini, warga cukup mendatangi salah satu dari 243 puskesmas yang tersebar di wilayah Riau. Masyarakat hanya perlu melampirkan identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), dan petugas di puskesmas siap membantu proses administrasi hingga pemeriksaan selesai dilakukan.
Zulkifli menekankan pentingnya masyarakat setidaknya melakukan pengecekan kesehatan satu kali dalam setahun. Langkah preventif ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan lebih awal, sehingga penanganan medis yang diperlukan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sebelum kondisi memburuk.