Tim nasional sepak bola Inggris tengah mewaspadai tantangan fisik yang signifikan saat dijadwalkan bertanding di Stadion Azteca, Meksiko. Stadion ikonik ini terletak pada ketinggian mencapai 2.240 meter di atas permukaan laut (mdpl), sebuah kondisi geografis yang membawa risiko kesehatan berupa altitude sickness bagi para atlet yang terbiasa bertanding di dataran rendah.

Manajer Inggris, Thomas Tuchel, secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya terkait batasan durasi persiapan tim. Menurutnya, waktu tiga hari yang tersedia di antara jadwal pertandingan dinilai tidak cukup bagi tubuh manusia untuk melakukan adaptasi fisiologis yang memadai terhadap penipisan kadar oksigen di ketinggian tersebut.

Secara medis, kondisi yang dikenal sebagai Acute Mountain Sickness (AMS) ini terjadi ketika tubuh mengalami kesulitan dalam menerima asupan oksigen yang cukup. Di area dengan ketinggian di atas 2.195 meter, atmosfer menjadi lebih tipis, yang berdampak langsung pada penurunan efisiensi pernapasan dan penurunan performa fisik secara drastis saat melakukan aktivitas olahraga intensitas tinggi.

Dalam upaya merespons kadar oksigen yang minim, tubuh akan bereaksi dengan meningkatkan frekuensi pernapasan secara signifikan. Fenomena ini tidak hanya membatasi stamina pemain di lapangan, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas fisik selama durasi pertandingan berlangsung. Hingga kini, pihak tim medis Inggris terus memantau kondisi para pemain untuk meminimalisir dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat perbedaan tekanan udara yang ekstrem tersebut.