Memperingati Hari Jurnalis Olahraga Sedunia 2026, para praktisi media didorong untuk memperkokoh komitmen terhadap akurasi dan objektivitas. Di tengah persaingan ketat kanal digital, kebenaran data menjadi mata uang paling berharga dalam membangun kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik olahraga.
Irfan Sihotang, seorang pemerhati sekaligus pembawa acara olahraga asal Sibolga, menegaskan bahwa kecepatan dalam menyajikan berita tidak boleh mengabaikan verifikasi fakta. Menurutnya, tuntutan waktu yang serba instan dalam ekosistem media saat ini sering kali menjadi jebakan yang mengancam kredibilitas seorang jurnalis.
Dalam dialog yang disiarkan oleh Pro1 RRI Sibolga, Irfan menyoroti pentingnya ketelitian dalam mengolah statistik, hasil pertandingan, serta kutipan narasumber. Ia berpendapat bahwa profesionalisme seorang wartawan olahraga diukur dari sejauh mana mereka mampu menyaring informasi sebelum disebarluaskan kepada masyarakat luas.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa integritas jurnalisme tetap menjadi fondasi utama meski tantangan di lapangan semakin kompleks. Dengan menjaga standar verifikasi yang ketat, jurnalis olahraga berperan penting dalam memberikan pemahaman yang akurat kepada publik mengenai perkembangan dunia olahraga, baik di lingkup daerah maupun nasional.