Polda Jawa Barat terus memperdalam penyelidikan terkait kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap korban berinisial YTR. Selain fokus pada tindak pidana utama, pihak kepolisian kini tengah menelusuri laporan mengenai tindakan lain yang diduga dilakukan pelaku, Taufik Hidayat, selama masa penyekapan berlangsung.
Hendra, perwakilan kepolisian di Mapolda Jabar, menyampaikan bahwa pihaknya sedang menginvestigasi dugaan ketidakbayaran tagihan hotel serta insiden membawa kabur rekan wanita pelaku berinisial NL. Tindakan tersebut disinyalir terjadi saat korban YTR masih berada dalam penguasaan pelaku.
"Kami masih mendalami dugaan pelanggaran tersebut karena keterangannya belum kami ambil langsung dari yang bersangkutan. Tindakan ini disinyalir dilakukan pelaku di sela-sela aksi penganiayaan dan penyekapan terhadap korban," ujar Hendra kepada awak media, Rabu (1/7/2026).
Di samping kasus penyekapan, penyidik juga tengah melakukan konfirmasi terkait rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut menunjukkan kehadiran Taufik Hidayat di area rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pihak kepolisian menegaskan akan segera melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Taufik guna mengklarifikasi maksud dan tujuan dari aktivitas yang terekam dalam CCTV tersebut.