Pemerintah Kabupaten Sleman melalui kolaborasi dengan BPC PHRI Sleman menggelar ajang Table Top & Travel Dialogue 2026 di Jakarta. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar pariwisata daerah dengan mempertemukan 28 pelaku industri lokal sebagai penyedia jasa (seller) dengan 95 pembeli potensial (buyer) dari berbagai sektor di skala nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Blue Sky Hotel Petamburan ini dirancang sebagai forum business matching untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret. Para pelaku usaha dari Sleman memperkenalkan berbagai potensi unggulan, mulai dari destinasi wisata alam seperti kawasan lereng Merapi dan Tebing Breksi, hingga fasilitas pendukung MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang kini menjadi fokus utama pengembangan daerah.

Ketua Panitia, Andhu Pakerti, menekankan bahwa Sleman memiliki modal infrastruktur yang mumpuni untuk bersaing sebagai destinasi kegiatan bagi kementerian, instansi pemerintah, maupun korporasi swasta. Pihaknya saat ini tengah merampungkan basis data MICE nasional agar dapat menjadi acuan bagi lembaga negara dalam menentukan lokasi penyelenggaraan berbagai agenda resmi.

Dalam sesi dialog, para pemangku kepentingan juga menyoroti urgensi penguatan pemasaran berbasis digital. Pemanfaatan media sosial dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata Sleman di tengah ketatnya persaingan pariwisata domestik. Sinergi antara Dinas Pariwisata Sleman, pelaku usaha, dan jaringan asosiasi profesional seperti ASITA dan Kadin diharapkan mampu mendongkrak transaksi serta tingkat kunjungan wisata di masa mendatang.

Dampak positif dari kegiatan ini pun mulai terasa dengan munculnya prospek kerja sama nyata. Beberapa hotel dan penyedia jasa perjalanan mulai menjajaki kesepakatan bisnis yang akan dieksekusi pada semester kedua tahun 2026, yang menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekosistem pariwisata di Kabupaten Sleman.