Pesta sepak bola dunia yang tengah bergulir telah mencapai babak 32 besar, namun kemeriahan tersebut menyisakan duka bagi tujuh juru taktik. Rentetan hasil buruk selama fase grup hingga fase gugur memaksa sejumlah pelatih untuk meletakkan jabatan, baik melalui jalur pengunduran diri maupun pemecatan langsung oleh federasi negara masing-masing.

Fenomena ini menegaskan bahwa panggung Piala Dunia memiliki tekanan tinggi di mana kegagalan sekecil apa pun dapat berujung pada konsekuensi profesional yang fatal. Keputusan berat ini diambil sebagai langkah evaluasi total demi menatap masa depan tim nasional masing-masing negara.

Daftar pelatih tersebut diawali oleh Sabri Lamouchi yang dipecat oleh Tunisia pasca-kekalahan telak 1-5 atas Swedia di laga pembuka. Kemudian, Miroslav Koubek dari timnas Ceko memilih mundur setelah timnya gagal meraih satu pun kemenangan di Grup A. Situasi serupa dialami Hong Myung Bo, yang mundur dari Korea Selatan di tengah tekanan hebat dan ancaman dari publik domestik.

Di sisi lain, Steve Clarke memutuskan untuk melepas jabatannya sebagai pelatih Skotlandia pasca-kegagalan menembus fase 32 besar. Sementara itu, Marcelo Bielsa memilih untuk meninggalkan kursi pelatih Uruguay setelah performa tim yang kurang memuaskan dan konflik internal yang sempat mencuat ke publik. Sebastian Beccacece pun menyusul langkah tersebut setelah Ekuador tersingkir di babak 32 besar oleh Meksiko.

Nama terakhir yang melengkapi daftar ini adalah Ronald Koeman. Ia resmi berpisah dengan timnas Belanda menyusul kekalahan menyakitkan dari Maroko melalui drama adu penalti, sebuah hasil yang dianggap lebih mengecewakan dibandingkan pencapaian mereka pada Piala Dunia 2022 lalu.