Pemerintah Kelurahan Keparakan, Yogyakarta, mengambil langkah konkret dalam memperkuat literasi kesehatan masyarakat terkait pencegahan HIV/AIDS. Melalui penyuluhan bertajuk 'Mengenal HIV dalam Pencegahan, Pemeriksaan, dan Pengobatan', warga setempat diajak untuk memahami pentingnya deteksi dini serta peran aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang suportif bagi Orang dengan HIV (ODHIV).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bima Jaya ini melibatkan beragam elemen masyarakat, mulai dari tokoh lokal, kader kesehatan, hingga perwakilan pemuda. Lurah Keparakan, Yusuf Ahbari, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun komunitas yang sehat dan bebas dari diskriminasi, di mana dukungan lingkungan sangat krusial bagi keberlangsungan pengobatan para penderita.
Sejalan dengan itu, Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu Broto, menyoroti bahwa edukasi yang tepat adalah kunci utama dalam memutus rantai penularan sekaligus menghapus stigma negatif. Ia menekankan bahwa HIV saat ini merupakan kondisi medis yang dapat dikendalikan, sehingga pemahaman yang benar di tengah masyarakat akan membantu penderita untuk tetap produktif tanpa rasa terkucilkan.
Dalam sesi berbagi, Diah Arfianti dari Yayasan Victory Plus menjelaskan secara medis bahwa HIV yang tertangani dengan terapi antiretroviral (ARV) secara rutin memungkinkan pengidapnya menjalani hidup dengan kualitas yang terjaga. Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan sukarela, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko, mengingat intervensi dini adalah langkah paling efektif dalam meminimalisir dampak virus.
Antusiasme peserta dalam sesi diskusi interaktif menunjukkan adanya keterbukaan informasi yang semakin baik di level akar rumput. Berbagai aspek mengenai akses pengobatan dan mekanisme pendampingan menjadi poin penting yang dibahas, menegaskan komitmen Kelurahan Keparakan dalam mengedepankan hak kesehatan bagi seluruh warga tanpa pengecualian.