Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton tengah mematangkan rencana rehabilitasi total terhadap tiga unit Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) guna mengoptimalkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat. Langkah strategis ini dilakukan melalui pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang kesehatan untuk tahun anggaran 2027.

Tiga fasilitas yang menjadi sasaran perbaikan tersebut adalah Puskesmas Lawele, Puskesmas Kapontori, dan Puskesmas Pasarwajo. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Muliadin Masra, mengungkapkan bahwa proyek ini menjadi pelengkap rangkaian pembenahan infrastruktur kesehatan yang telah dilakukan di wilayah tersebut.

"Jika usulan ini terealisasi, maka seluruh Puskesmas di Kabupaten Buton akan memiliki bangunan yang representatif dan telah melewati proses rehabilitasi," jelas Muliadin saat ditemui di sela-sela agenda rapat paripurna HUT Kabupaten Buton, Jumat (3/7/2026).

Terkait estimasi biaya, pihak dinas memperkirakan setiap Puskesmas membutuhkan alokasi dana sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan ulang. Meski demikian, terdapat perbedaan kebijakan terkait lokasi pembangunan. Puskesmas Lawele dan Kapontori akan dibangun di titik yang sama, sementara Puskesmas Pasarwajo direncanakan untuk relokasi.

Keputusan relokasi Puskesmas Pasarwajo diambil karena lokasi saat ini dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar persyaratan teknis. Selain keterbatasan lahan yang sempit, keberadaan infrastruktur tiang listrik di area Puskesmas menjadi hambatan tersendiri. Pemerintah daerah kini tengah berupaya mencari lahan baru yang lebih strategis dan aksesibel bagi pemukiman warga sekitar.