Semarang – Upaya untuk menciptakan ketahanan keluarga yang tangguh di Jawa Tengah dinilai memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif. Selain aspek kemandirian ekonomi, edukasi mengenai kesehatan reproduksi serta langkah preventif terhadap perkawinan anak menjadi pilar krusial yang harus segera dioptimalkan.

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, dalam kunjungannya ke Karanganyar menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi utama dalam mencetak generasi berkualitas. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan penguatan ketahanan keluarga sebagai gerakan kolektif.

Nawal menyoroti peran strategis program Qoryah Thoyyibah yang diinisiasi oleh organisasi Aisyiyah. Menurutnya, program ini memiliki akses luas hingga ke pelosok desa, sehingga menjadi kanal yang efektif untuk menyosialisasikan isu-isu kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan usia dini secara langsung kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Nawal berharap bahwa berbagai forum seperti Jambore Dakwah Kemanusiaan tidak sekadar menjadi ajang seremonial belaka. Ia mendorong agar setiap diskusi yang terbangun dapat diimplementasikan menjadi aksi nyata yang berdampak signifikan bagi kesejahteraan keluarga di Jawa Tengah.

Mengakhiri pernyataannya, Nawal menyampaikan apresiasi atas dedikasi Aisyiyah dalam mendukung program-program pemerintah. Ia berharap sinergi ini terus berlanjut guna melahirkan generasi masa depan yang lebih sehat, terencana, dan berdaya saing.