Lapas Kelas I Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan hak dasar warga binaan dengan menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT). Kegiatan yang berlangsung di Klinik Latubaya pada Rabu (01/07/2026) ini menyasar 30 warga binaan sebagai langkah preventif dalam mendeteksi dini berbagai potensi penyakit menular.
Sinergi yang dibangun bersama Puskesmas Kedungsolo ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik semata. Para tenaga kesehatan turut memberikan edukasi kesehatan serta sesi konseling yang bersifat rahasia dan profesional, khususnya terkait pencegahan HIV/AIDS. Pendekatan proaktif ini dinilai krusial untuk menjaga kondisi kesehatan seluruh penghuni di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menekankan bahwa kesehatan merupakan hak mutlak bagi setiap individu yang sedang menjalani masa pidana. Menurutnya, pemantauan kesehatan berkala adalah instrumen penting agar warga binaan tetap memiliki kualitas hidup yang baik selama mengikuti program pembinaan di dalam lapas.
"Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan kesehatan warga binaan melalui kolaborasi lintas sektor. Dukungan berkelanjutan dari Puskesmas Kedungsolo sangat berharga dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan terawat," ungkap Sohibur.
Ke depannya, pihak Lapas Kelas I Surabaya berencana memperluas kemitraan dengan berbagai instansi terkait. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjamin keberlanjutan program pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, sekaligus meminimalisir risiko penyebaran penyakit di dalam area hunian warga binaan.