Raksasa teknologi Meta dilaporkan tengah melangkah lebih dekat dalam upaya mengejar dominasi OpenAI di sektor kecerdasan buatan. Melalui model kecerdasan buatan teranyar yang diberi nama sandi 'Watermelon', Meta mengeklaim bahwa teknologi mereka kini memiliki kapabilitas yang mampu menyaingi performa GPT-5.5 milik OpenAI.
Kepala Meta Superintelligence Labs, Alexandr Wang, mengungkapkan dalam sebuah pertemuan internal bahwa Watermelon saat ini tengah berada dalam fase pelatihan intensif. Model ini dirancang sebagai suksesor langsung dari model sebelumnya yang dikenal dengan nama sandi 'Avocado' atau Muse Spark. Pihak Meta menegaskan bahwa pengembangan kali ini didukung oleh kapasitas komputasi yang jauh lebih masif dibandingkan iterasi sebelumnya.
Selain progres Watermelon, Wang juga memberikan sinyal adanya pembaruan signifikan bagi Muse Spark. Fokus pengembangan difokuskan pada peningkatan kemampuan pemrograman dan perluasan fungsi 'agentic capabilities'—sebuah fitur yang memungkinkan AI untuk melakukan tugas-tugas kompleks secara otonom. Wang dengan optimis menyatakan bahwa model pemrograman milik Meta yang mampu menandingi Claude Opus dari Anthropic akan segera hadir ke publik.
Langkah progresif ini dianggap sebagai titik balik krusial bagi Meta. Selama kurun waktu terakhir, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini terus berupaya mengejar ketertinggalan dari para rivalnya seperti Google, Anthropic, dan OpenAI. Dengan konsistensi dalam mengalokasikan investasi besar untuk infrastruktur chip, pusat data, dan akuisisi talenta ahli, Meta mulai menunjukkan hasil nyata dalam persaingan AI generatif yang kian ketat di tingkat global.