Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang menggelar kegiatan edukasi khusus bagi warga binaan mengenai bahaya dan pencegahan HIV/AIDS. Langkah ini diambil sebagai bagian dari program pembinaan kesehatan, guna memastikan para warga binaan memiliki wawasan yang cukup sebelum kembali berbaur ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menegaskan bahwa pemahaman yang akurat mengenai virus tersebut sangat krusial. Selain untuk meningkatkan kualitas kesehatan pribadi, edukasi ini bertujuan untuk menghapus stigma keliru yang sering melekat pada pengidap HIV/AIDS serta mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat selama masa pembinaan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas tersebut diikuti oleh 15 warga binaan yang sedang menjalani program rehabilitasi. Dalam sesi tersebut, dr. Windy Kirani selaku dokter Lapas memaparkan materi mengenai mekanisme penularan virus, pentingnya deteksi dini, hingga langkah-langkah medis untuk menekan risiko infeksi. Diskusi interaktif juga dilakukan untuk memberikan ruang tanya jawab bagi para peserta.
Melalui penyuluhan ini, pihak Lapas berharap para warga binaan dapat bertransformasi menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan mereka masing-masing setelah bebas. Inisiatif ini menjadi bukti komitmen instansi dalam memberikan pembekalan komprehensif, tidak hanya dari sisi mental dan spiritual, tetapi juga kesehatan fisik sebagai modal penting saat kembali ke kehidupan bermasyarakat.