UPTD Balai Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Kalimantan Selatan menginisiasi langkah preventif bagi sektor pertanian dan perkebunan melalui pemeriksaan Cholinesterase (CHE). Inisiatif ini ditujukan untuk mendeteksi sedini mungkin dampak paparan bahan kimia berbahaya yang kerap bersentuhan dengan para pekerja di lapangan.
Kepala UPTD Balai Labkes Kalsel, Arlan Prabowo, menekankan pentingnya pemeriksaan ini mengingat risiko paparan pestisida sering kali bersifat akumulatif dan tidak menunjukkan gejala instan pada tubuh. Pemantauan kadar enzim cholinesterase dalam darah dinilai krusial agar tenaga medis dapat memberikan tindakan penanganan yang tepat sebelum muncul gangguan kesehatan serius.
Layanan ini secara khusus menyasar kelompok berisiko tinggi, seperti petani, pekerja perkebunan, hingga operator penyemprot pestisida. Arlan menegaskan bahwa pemeriksaan rutin merupakan investasi penting untuk menjaga keselamatan kerja serta menjamin produktivitas para pekerja di sektor agraris.
Untuk memudahkan akses layanan, Labkes Kalsel menghadirkan sistem pelayanan yang terintegrasi dengan teknologi digital. Hasil pemeriksaan dapat diakses dengan cepat melalui WhatsApp dan masyarakat juga mendapatkan fasilitas konsultasi gratis dengan dokter terkait hasil tes mereka, guna memastikan pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi kesehatan masing-masing.
Saat ini, pemeriksaan CHE di Labkes Kalsel tersedia dengan tarif terjangkau sebesar Rp120.000. Seluruh prosedur pemeriksaan telah memenuhi standar akreditasi laboratorium, dengan durasi pengerjaan yang efisien, yakni selesai dalam satu hari kerja, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup pekerja di Kalimantan Selatan.