Pesta sepak bola dunia, Piala Dunia 2026, menyisakan catatan kelam bagi sejumlah juru taktik. Tekanan berat dan kegagalan memenuhi target performa di turnamen bergengsi ini memicu gelombang pengunduran diri dari kursi kepelatihan tim nasional.
Sebastian Beccacece menjadi salah satu nama yang memutuskan untuk melepas jabatannya sebagai pelatih Ekuador setelah tim tersebut tersingkir di babak 32 besar akibat kekalahan 0-2 dari Meksiko. Langkah serupa juga diambil oleh Ronald Koeman yang memilih mundur dari kursi pelatih Belanda, menyusul kegagalan De Oranje melampaui babak 32 besar setelah takluk melalui drama adu penalti melawan Maroko.
Kegagalan menembus fase gugur juga berujung pada berakhirnya masa tugas sejumlah pelatih lain. Sabri Lamouchi mundur dari posisinya di timnas Tunisia, sementara Steve Clarke meninggalkan kursi kepelatihan Skotlandia. Kondisi yang sama dialami oleh Miroslav Koubek yang mengakhiri kiprahnya bersama Republik Ceko, serta Hong Myung-bo yang mundur dari jabatannya di tim nasional Korea Selatan setelah gagal membawa Taeguk Warriors melaju lebih jauh.
Di sisi lain, juru taktik veteran Marcelo Bielsa juga telah mengonfirmasi pengunduran dirinya sebagai pelatih Uruguay. Keputusan ini diambil menyusul performa kurang memuaskan La Celeste yang harus tersingkir lebih awal di fase grup Piala Dunia 2026. Mundurnya tujuh pelatih ini menjadi cerminan betapa ketat dan tingginya ekspektasi di panggung sepak bola internasional tahun ini.