Sebuah tonggak sejarah baru tercipta di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, saat pesawat kargo Boeing 737-300F milik Rimbun Air berhasil mendarat dengan mulus di Bandara Mathilda Batlayeri, Saumlaki, pada Senin (6/7/2026). Kehadiran pesawat berbadan besar ini menjadi bukti kesiapan infrastruktur bandara dalam menopang distribusi logistik berskala masif untuk agenda kenegaraan.
Pendaratan ini merupakan bagian krusial dari operasi pemenuhan kebutuhan logistik menjelang pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 di Desa Lermatang. Secara keseluruhan, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait harus memobilisasi total 93 ton perlengkapan, yang mencakup kebutuhan untuk skenario kunjungan Presiden RI serta agenda teknis Kementerian ESDM.
Distribusi logistik dilakukan melalui dua jalur utama guna memastikan ketepatan waktu. Jalur udara melalui Rimbun Air menangani 65 ton kargo yang dikirim secara bertahap, sementara 28 ton sisanya dikirim melalui jalur laut menggunakan armada kapal seperti KM Mitra Nusantara dan Detroit Mas. Proses ini telah melalui koordinasi ketat antara SKK Migas, pihak INPEX, dan penyedia jasa logistik sejak pemantauan awal di Bandara Soekarno-Hatta.
Di sisi operasional darat, Bandara Mathilda Batlayeri telah menunjukkan adaptabilitas yang tinggi meski dengan keterbatasan peralatan. Pihak bandara telah menyiapkan skema bongkar muat khusus, didukung oleh kesiapan armada pendukung seperti forklift dan truk angkut, serta tenaga kerja yang sigap di lapangan. Hal ini memastikan proses perpindahan muatan dari pesawat ke lokasi proyek dapat berjalan efisien.
Landasan pacu sepanjang 2.300 meter milik bandara tersebut kini terbukti mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi udara yang lebih berat dari biasanya. Sejak mulai beroperasi pada 2014, Bandara Mathilda Batlayeri yang dinamai berdasarkan pahlawan perempuan asli Tanimbar ini kini resmi bertransformasi menjadi pintu gerbang logistik strategis yang vital bagi percepatan pembangunan di wilayah Indonesia Timur.