Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menampilkan wajah modernisasi kepolisian yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mengusung tema "Kemandirian Menuju Kedaulatan", Polri memamerkan serangkaian inovasi teknologi hasil karya anak bangsa yang dirancang khusus untuk menghadapi tantangan tugas di lapangan tanpa harus bergantung pada produk impor.

Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam kesempatan tersebut berkesempatan meninjau langsung berbagai stan pameran. Produk yang ditampilkan mencakup spektrum luas, mulai dari konversi kendaraan listrik untuk operasional, perlengkapan pelindung diri seperti baju tahan api, hingga teknologi mutakhir berupa jubah antiradiasi nuklir yang dikembangkan oleh perwira Brimob dengan latar belakang teknik nuklir.

Inovasi di sektor perlindungan diri menjadi sorotan utama, terutama jubah antiradiasi yang diklaim sebagai yang pertama di dunia. Pengembangannya didorong oleh urgensi perlindungan personel satuan Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) dalam menangani risiko kontaminasi berbahaya, seperti insiden limbah radioaktif yang sempat menjadi sorotan internasional di masa lalu.

Selain perlindungan personel, Polri juga melakukan transformasi signifikan pada taktik operasional melalui penggunaan drone cerdas. Untuk menangani kebakaran hutan dan lahan, Polri mengintegrasikan sistem drone estafet yang mampu melacak titik api sekaligus melakukan pemadaman secara otomatis menggunakan bola racun api, sehingga meminimalisir risiko bagi personel di lapangan.

Lebih lanjut, teknologi kecerdasan buatan (AI) turut diintegrasikan ke dalam ekosistem pengawasan teritorial. Drone otonom yang dilengkapi dengan sistem Vision Language Model (VLM) kini mampu mendeteksi 43 jenis anomali gerakan, mulai dari aktivitas mencurigakan hingga deteksi senjata api. Sistem ini terintegrasi langsung dengan command center, memungkinkan respons cepat dan presisi di area rawan konflik seperti wilayah perbatasan dan Papua.

Langkah ini menandai pergeseran paradigma Polri dalam hal pemenuhan alat utama sistem kepolisian. Dengan mengandalkan kolaborasi bersama produsen lokal dan inovator dalam negeri, Polri optimis bahwa kedaulatan teknologi nasional merupakan kunci untuk menciptakan institusi kepolisian yang lebih tangguh, adaptif, dan mandiri di masa depan.