Menjelang rangkaian prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, otoritas pertahanan Iran mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat dan Israel. Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Mayjen Ali Abdollahi, menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran dalam posisi siaga penuh untuk memberikan respons keras terhadap segala bentuk ancaman atau provokasi yang muncul selama periode duka nasional.

Peringatan tersebut disampaikan sebagai respons atas potensi agresi pihak lawan yang dianggap dapat memicu salah perhitungan strategis. Teheran menegaskan bahwa setiap upaya untuk memanfaatkan situasi selama prosesi pemakaman akan memicu konsekuensi yang menimbulkan penyesalan mendalam bagi para pelakunya. Sikap tegas ini menjadi penanda bahwa doktrin keamanan nasional Iran tetap solid meski negara tersebut tengah berduka.

Prosesi pemakaman yang direncanakan selama lima hari, mulai dari 4 hingga 9 Juli 2026, akan mencakup beberapa kota besar yakni Teheran, Qom, dan Mashhad di Iran, serta situs suci Najaf dan Karbala di Irak. Agenda ini merupakan penghormatan terakhir bagi Khamenei, yang gugur dalam serangan udara pada awal konflik terbuka antara Iran dengan koalisi AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Senada dengan pihak militer, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memastikan bahwa agenda pembalasan atas kematian Khamenei tetap menjadi prioritas negara. Sekretaris Dewan, Mohammad Baqer Zolqadr, menegaskan bahwa berkas hukum dan tindakan balasan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut terus berjalan. Zolqadr menekankan bahwa pelaku beserta dalang di balik serangan itu akan menghadapi hukuman setimpal pada waktu yang dianggap tepat oleh otoritas keamanan Iran.