Otoritas Iran tengah melakukan mobilisasi skala besar dalam mempersiapkan rangkaian prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi, Khamenei. Perhelatan yang dijuluki sebagai "pemakaman abad ini" tersebut diperkirakan akan menyedot perhatian hingga 20 juta pelayat, menjadikan persiapan logistik dan pengamanan sebagai tantangan operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kenegaraan Iran.
Rangkaian upacara akan dimulai pada Jumat (03/07) di Mosalla Agung Teheran, diikuti dengan upacara resmi kenegaraan sehari setelahnya. Pemerintah Iran telah menyediakan ribuan posko pelayanan peziarah serta infrastruktur akomodasi guna mengantisipasi membludaknya massa. Korps Garda Revolusi Islam melalui unit Mohammad Rasulollah telah dikerahkan untuk memastikan stabilitas dan alur pergerakan pelayat yang tertib di pusat kota Teheran.
Agenda prosesi ini mencakup perjalanan spiritual ke sejumlah situs penting, termasuk kota Qom, serta kunjungan ke Najaf dan Karbala di Irak. Langkah diplomatik ini dinilai para pengamat sebagai upaya Iran untuk menegaskan kembali pengaruh geopolitik dan religiusnya di kawasan Muslim Syiah. Prosesi ini akan mencapai puncaknya pada Kamis (09/07) dengan pemakaman di kampung halaman Khamenei di Mashhad, tepatnya di Kompleks Makam Imam Reza.
Di balik kemegahan seremoni tersebut, pengamat mencermati adanya implikasi politik yang mendalam. Rangkaian acara ini dipandang sebagai instrumen pemerintah untuk menunjukkan persatuan nasional di tengah tantangan sosial yang sedang dihadapi. Kehadiran berbagai tokoh internasional dan jajaran elit global pun akan menjadi indikator penting dalam membaca peta dukungan politik pasca-kepemimpinan Khamenei.
Salah satu poin krusial yang masih menjadi teka-teki adalah kemunculan Mojtaba, putra Khamenei, di hadapan publik. Kehadirannya dalam prosesi ini diyakini akan memberikan sinyal kuat mengenai arah suksesi kepemimpinan Iran di masa mendatang. Hingga saat ini, pihak penyelenggara masih menutup rapat detail teknis mengenai siapa yang akan memimpin salat jenazah, sebuah peran yang secara tradisi membawa bobot religius sekaligus politis yang sangat signifikan.