Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi antara industri hiburan dan sektor keuangan digital yang terwujud dalam perhelatan Allo Bank Festival 2026. Dalam kunjungannya ke Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (20/6), ia menegaskan bahwa integrasi teknologi finansial merupakan langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur komersial serta memperluas jangkauan pasar bagi para pelaku industri kreatif.
Menurut Irene, kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya meningkatkan pengalaman audiens secara keseluruhan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para musisi serta pelaku usaha pendukung lainnya. Ia menekankan pentingnya festival musik berskala besar sebagai motor penggerak nilai tambah ekonomi, penyerapan tenaga kerja, hingga penguatan rantai nilai industri kreatif secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Kemenekraf berkomitmen memastikan pertumbuhan festival musik komersial tetap diimbangi dengan tata kelola yang profesional dan proteksi terhadap pekerja seni. Irene berharap ajang seperti Allo Bank Festival dapat menjadi standar baru dalam industri hiburan tanah air, mencakup manajemen panggung yang mumpuni, strategi promosi efektif, hingga hilirisasi produk musik yang berkelanjutan.
Allo Bank Festival 2026 sendiri berhasil menyedot antusiasme sekitar 15 ribu pengunjung dengan mengusung konsep 'all-in-one'. Selain menampilkan deretan musisi lintas genre, mulai dari pop hingga K-pop, acara ini juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan 15 gerai UMKM. Keberhasilan integrasi antara pertunjukan musik dan teknologi digital ini diharapkan dapat menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.