Mahasiswa Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan (TPI) Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) tengah menginisiasi terobosan baru dalam dunia perikanan tangkap. Melalui metode Project Based Learning (PBL) di Desa Sathean, Maluku Tenggara, mereka mengembangkan teknologi balok pupuk slow release yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan ekosistem di sekitar rumpon.

Teknologi ini bekerja dengan cara melepaskan nutrisi ke perairan secara bertahap. Nutrisi tersebut memicu pertumbuhan fitoplankton dan zooplankton, yang berperan penting dalam menarik minat ikan-ikan kecil. Keberadaan ikan-ikan kecil ini kemudian diharapkan mampu memancing kehadiran ikan pelagis bernilai ekonomis tinggi ke area rumpon nelayan.

Fatmah Marasabesy, manajer proyek PBL TPI Polikant, menjelaskan bahwa mahasiswa semester II dan IV terlibat penuh dalam proses ini, mulai dari formulasi bahan hingga uji coba di lapangan. Balok pupuk tersebut diracik di Laboratorium Fishing Ground menggunakan kombinasi bahan lokal seperti pupuk NPK, tepung tapioka, semen putih, plamir, dan kapur, yang diatur komposisinya agar tahan lama saat terendam air.

Dalam tahap pengujian, tim membandingkan dua rumpon milik nelayan Desa Sathean: satu menggunakan balok pupuk dan satu lainnya sebagai kontrol tanpa perlakuan. Hasil pemantauan awal menunjukkan perbedaan signifikan, di mana rumpon dengan teknologi penyuplai nutrien tersebut menunjukkan kepadatan fitoplankton dan zooplankton yang lebih tinggi.

Meskipun hasil awal menunjukkan potensi positif, pihak pengembang menyatakan bahwa inovasi ini masih berada dalam fase pemantauan intensif. Jika terbukti secara konsisten dapat meningkatkan efisiensi hasil tangkapan nelayan, teknologi ini akan dikembangkan lebih luas sebagai solusi pendukung ketahanan pangan berbasis kelautan yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar praktik akademik, inisiatif ini diharapkan mampu mendekatkan mahasiswa pada realitas permasalahan nelayan di lapangan. Dengan merancang solusi berbasis riset, para mahasiswa didorong untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di masa depan.