BPC HIPMI Jakarta Selatan resmi memperkenalkan program terbarunya bertajuk "Money Trees", sebuah inisiatif yang dirancang untuk menjadi wadah pembelajaran bisnis yang lebih intim, substansial, dan mendalam bagi para wirausahawan muda. Pada volume perdana yang mengusung tema "Akar", program ini menekankan pentingnya membangun fondasi bisnis yang kokoh sebelum mengejar ekspansi yang lebih masif.
Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Selatan, Zaki Adinda Husna, menjelaskan bahwa Money Trees bukan sekadar seminar konvensional. Forum ini diformat secara eksklusif dengan sistem kurasi peserta guna memastikan percakapan yang berlangsung lebih cair dan berdampak. Fokus utamanya adalah membekali pengusaha muda dengan disiplin finansial, legalitas, serta tata kelola perusahaan yang kredibel.
Dalam filosofi yang diusung, "Akar" menjadi metafora krusial bagi keberlangsungan usaha. Zaki menegaskan bahwa pengusaha muda seringkali memiliki keberanian dan jaringan luas, namun kerap melupakan aspek fundamental seperti integritas dan sistem operasional yang rapi. Tanpa fondasi yang kuat, pertumbuhan bisnis dinilai tidak akan bertahan lama di tengah kompetisi pasar yang dinamis.
Acara ini turut menghadirkan narasumber kredibel di bidangnya, yakni CIO Danantara, Pandu Sjahrir, dan Komisaris Suri Nusantara Jaya Group, Datuk Shafie Shamsuddin. Para mentor ini membedah isu strategis mulai dari literasi keuangan, penerapan *artificial intelligence*, hingga pentingnya membangun *governance* dan budaya performa yang kuat dalam ekosistem bisnis.
Program ini juga menjadi ajang refleksi bagi pengusaha muda mengenai cara berkolaborasi dengan negara. Zaki menekankan bahwa kolaborasi strategis dengan pemerintah bukanlah jalan pintas mendapatkan proyek, melainkan bentuk pembuktian kapasitas dan kesiapan pengusaha muda untuk memenuhi standar profesionalitas yang tinggi.
Ke depannya, HIPMI Jakarta Selatan berkomitmen menjadikan Money Trees sebagai ekosistem berkelanjutan. Melalui seri diskusi yang mendalam, diharapkan para pengusaha muda tidak hanya mengejar omzet, tetapi mampu membangun entitas bisnis yang matang, transparan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional.