Aksi teror mengguncang kawasan strategis di Damaskus, Suriah, setelah sebuah ledakan bom menewaskan sedikitnya 10 orang pada Sabtu (4/7/2026). Selain korban jiwa, otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa 21 warga lainnya mengalami luka-luka akibat insiden yang memicu kepanikan massal di pusat keramaian tersebut.
Ledakan dilaporkan bersumber dari sebuah bom rakitan seberat satu kilogram yang dilengkapi dengan serpihan logam. Perangkat mematikan tersebut sengaja dipasang di dekat area Istana Kehakiman, sebuah kompleks gedung pemerintahan vital di ibu kota. Hingga saat ini, belum ada kelompok atau pihak mana pun yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Keamanan di Suriah sendiri saat ini tengah menjadi sorotan utama. Pasca-tumbangnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed al-Sharaa terus berjuang untuk menegakkan stabilitas nasional, memperkuat kendali keamanan, serta menyatukan kembali wilayah yang sempat terpecah akibat konflik panjang.
Pemerintah Suriah berkomitmen untuk terus memulihkan ketertiban di tengah upaya transisi politik yang masih berlangsung. Aparat keamanan kini tengah melakukan investigasi mendalam di lokasi kejadian untuk melacak pelaku di balik serangan bom yang mengguncang stabilitas ibu kota tersebut.