Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendesak Pemerintah Kota untuk segera melakukan optimalisasi terhadap pengelolaan aset fasilitas olahraga yang dimiliki. Langkah ini dinilai krusial sebagai strategi konkret dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih berkelanjutan ke depannya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menekankan bahwa venue olahraga merupakan aset bernilai ekonomi tinggi. Jika pemerintah mampu melakukan pemeliharaan serta peningkatan sarana prasarana dengan baik, maka fasilitas tersebut akan memiliki daya tarik untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional.

Lebih lanjut, Novan menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur olahraga merupakan investasi jangka panjang. Sektor ini diyakini mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan bagi ekonomi lokal, mulai dari meningkatnya okupansi hotel, pertumbuhan sektor kuliner, hingga pemberdayaan pelaku UMKM yang terlibat selama kegiatan berlangsung.

Berdasarkan laporan capaian, UPTD Disporapar Samarinda menargetkan PAD sebesar Rp1,6 miliar pada tahun 2026. Hingga pertengahan tahun ini, realisasi pendapatan tercatat mencapai Rp757 juta. Pihak legislatif menyatakan optimistis target tersebut akan terpenuhi, meski sempat terjadi perlambatan aktivitas selama bulan Ramadan.

Namun, pihak DPRD menyoroti adanya hambatan utama berupa keterbatasan anggaran operasional yang berdampak pada perawatan fasilitas. Kondisi venue yang kurang prima saat ini menjadi tantangan besar dalam upaya menarik minat penyewa. Selain itu, alokasi anggaran untuk pembinaan atlet juga dinilai masih minim di tengah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November mendatang.

Sebagai solusi, DPRD Samarinda akan mempertimbangkan usulan penambahan anggaran agar kualitas venue dan pembinaan atlet dapat berjalan seiring. Fokus utama kebijakan ini adalah memastikan sektor olahraga tidak sekadar menjadi wadah prestasi, tetapi juga mampu menjadi pilar ekonomi baru bagi daerah.