Pasar saham Amerika Serikat menunjukkan dinamika yang beragam pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan pencapaian impresif dengan menembus level rekor baru di angka 52.900,07, setelah mengalami lonjakan sebesar 594,83 poin atau setara dengan 1,14 persen.
Berbanding terbalik dengan Dow Jones, indeks Nasdaq Composite justru tertekan dengan penurunan sebesar 0,8 persen ke posisi 25.832,67. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual massal pada saham-saham di sektor semikonduktor serta perusahaan teknologi yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI). ETF VanEck Semiconductor bahkan tercatat anjlok hingga 4,5 persen, dengan beberapa emiten seperti Teradyne dan KLA mengalami kontraksi harga yang cukup dalam.
Meskipun terjadi fluktuasi pada perdagangan harian, ketiga indeks utama Wall Street tetap membukukan performa positif sepanjang pekan perdagangan yang singkat akibat libur nasional. Secara akumulatif, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq berhasil mencatat penguatan mingguan yang solid di tengah sentimen pasar yang kompleks.
Selain faktor teknis di pasar saham, pelaku pasar juga mencermati laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat periode Juni yang menunjukkan penambahan lapangan kerja nonpertanian hanya sebesar 57.000, berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 115.000. Kendati demikian, penurunan angka pengangguran menjadi 4,2 persen serta merosotnya imbal hasil obligasi pemerintah tenor dua tahun memberikan optimisme bagi investor bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, kemungkinan akan menahan diri dari kebijakan kenaikan suku bunga agresif.