Pulau Dewata kini semakin memantapkan posisinya sebagai pusat wisata kesehatan dan kebugaran global. Kehadiran teknologi estetika terkini, XERF, di Bali menjadi langkah strategis untuk menarik wisatawan yang menginginkan layanan perawatan kulit berkualitas tinggi sembari menikmati waktu berlibur.
Praktisi kesehatan dr. Jesslyn Amelia, Sp.DVE mengungkapkan bahwa antusiasme wisatawan terhadap teknologi pengencangan kulit non-invasif ini sangat tinggi. Pasalnya, teknologi yang lazim ditemui di negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia ini kini telah tersedia di Bali, sehingga pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan serupa.
Mesin XERF, sebuah inovasi kolaborasi Amerika dan Korea Selatan, menggunakan metode radio frekuensi monopolar multi-frekuensi. Alat ini dirancang untuk mengatasi masalah kulit yang umum dialami masyarakat modern di iklim tropis, seperti munculnya flek hitam dan penurunan elastisitas kulit, tanpa melalui proses bedah maupun suntikan yang memerlukan masa pemulihan panjang.
Investasi senilai Rp2 miliar untuk teknologi ini dinilai sangat potensial bagi pertumbuhan pasar estetika di Indonesia yang meningkat sekitar 15 persen setiap tahunnya. Langkah ini didukung penuh oleh ekosistem kepariwisataan Bali yang tengah mengembangkan kawasan ekonomi khusus kesehatan guna meningkatkan citra wellness tourism di mata dunia.
Sementara itu, bagi masyarakat lokal, ketersediaan fasilitas berstandar internasional ini juga memberikan akses kemudahan tanpa harus ke luar negeri. Senada dengan hal tersebut, pelaku industri estetika meyakini bahwa penggabungan antara liburan berkualitas dan perawatan diri yang efisien akan menjadi daya tarik utama yang memperkuat daya saing Bali di kancah pariwisata internasional.