Upaya untuk melakukan regenerasi di sektor pertanian terus digencarkan guna menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui program Bayer SATRIA (Sinergi Petani Muda Mitra Bayer untuk Indonesia) yang diikuti oleh 500 petani muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Magelang, Senin (29/6/2026).

Kegiatan ini menjadi respons strategis atas tantangan demografi di sektor agrikultur. Data Sensus Pertanian 2023 mencatat bahwa lebih dari 66 persen petani Indonesia berusia di atas 45 tahun, sementara proporsi petani muda masih tergolong minim. Di Kabupaten Magelang sendiri, petani muda hanya mencakup sekitar 15,43 persen dari total populasi petani aktif di wilayah tersebut.

Head of Better Life Farming Bayer Indonesia, Maria Magdalena Pakpahan, menekankan bahwa kunci keberlanjutan pertanian bukan sekadar menambah jumlah pelaku usaha tani, melainkan meningkatkan kualitas SDM yang adaptif terhadap teknologi. Melalui program ini, Bayer berkomitmen untuk mendampingi petani muda dengan memberikan akses pada empat pilar utama: inovasi teknologi pertanian, pemasaran digital, penguatan ekosistem, dan pembentukan duta petani sebagai agen perubahan.

Dalam praktiknya, para peserta mendapatkan pelatihan teknis budidaya cabai merah keriting dengan metode modern. Teknologi paket cabai super dari Bayer diklaim mampu meningkatkan produktivitas panen hingga 23 persen, dari 3,5 ton menjadi 4,3 ton per 0,5 hektare lahan. Selain aspek teknis, program ini juga membuka akses pembiayaan yang lebih luas melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta menghubungkan petani langsung ke pasar melalui kemitraan dengan sektor industri.

Salah satu peserta, Arum Wulandari, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan wawasan baru terkait praktik tani yang berkelanjutan serta membuka ruang jejaring bagi para petani muda untuk saling berbagi pengalaman. Ke depannya, Bayer berencana memperluas jangkauan program ke berbagai sentra pertanian lain di Indonesia, termasuk menggandeng perguruan tinggi guna melahirkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan lapangan.