Duka mendalam menyelimuti korps kepolisian di Kalimantan Tengah menyusul kabar gugurnya Aiptu Sumariyanto dalam sebuah operasi penggerebekan bandar sabu di wilayah hukum Kabupaten Katingan. Anggota Polres Katingan ini sebelumnya sempat dinyatakan hilang selama tiga hari saat menjalankan tugas di lapangan.
Pencarian intensif yang dilakukan tim gabungan akhirnya membuahkan hasil pada Minggu (5/7/2026). Jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah. Setelah proses evakuasi rampung, mendiang segera dilarikan ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani serangkaian pemeriksaan forensik sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Isak tangis keluarga pecah saat menyambut kedatangan jenazah. Khanza, putri kandung almarhum, mengenang sang ayah sebagai sosok panutan yang hangat dan penuh dedikasi bagi keluarga. Baginya, kepergian mendiang merupakan pukulan telak yang menyisakan kenangan tentang keteladanan seorang figur ayah.
Tidak hanya di lingkungan keluarga, rekan seangkatan mendiang juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. AKP Miftah Khoiri, yang merupakan rekan satu leting angkatan tahun 2000, menggambarkan Aiptu Sumariyanto sebagai pribadi yang supel, mudah bergaul, dan selalu menjunjung tinggi nilai kebersamaan sejak masa pendidikan kepolisian.
Setelah proses persemayaman di RS Bhayangkara, jenazah Aiptu Sumariyanto kemudian diberangkatkan menuju Kasongan, Kabupaten Katingan. Pihak keluarga menjadwalkan prosesi penyalatan jenazah di Masjid Al-Ghufron sebelum akhirnya dikebumikan sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian sang polisi dalam memberantas peredaran narkoba.