Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mendapati dirinya berada di tengah badai kritik setelah akun media sosial resminya mengunggah pesan apresiasi bagi tim nasional Jerman. Unggahan tersebut muncul tak lama setelah skuad 'Die Mannschaft' dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai menelan kekalahan dalam drama adu penalti melawan Paraguay pada Selasa (1/7).

Pesan yang berisi pujian atas dedikasi dan inspirasi para pemain tersebut dianggap sangat tidak sinkron dengan suasana duka pendukung Jerman yang kecewa dengan performa buruk tim sepanjang pertandingan. Reaksi keras datang dari berbagai kalangan, termasuk politisi domestik hingga tokoh internasional, yang menilai pesan tersebut tidak peka terhadap realitas di lapangan.

Menanggapi kehebohan yang timbul, Kantor Kanselir segera memberikan klarifikasi bahwa insiden tersebut dipicu oleh kekeliruan staf media sosial dalam menerbitkan draf pesan yang telah disiapkan sebelumnya. Pihak pemerintah mengakui bahwa terdapat sejumlah draf respons untuk mengantisipasi berbagai skenario hasil pertandingan, namun kesalahan koordinasi menyebabkan pesan yang salah tayang ke publik.

Insiden ini menambah daftar panjang tekanan politik yang dihadapi Friedrich Merz. Saat ini, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahannya dilaporkan berada di titik terendah, dengan survei ARD-Deutschlandtrend mencatat 87 persen responden merasa tidak puas. Ketidakpuasan ini berakar pada isu ekonomi dan infrastruktur yang kian menurun, yang kini kian diperkeruh oleh persepsi publik akan lemahnya koneksi sang kanselir terhadap aspirasi rakyat, termasuk dalam dunia sepak bola.

Meski pihak pemerintah melalui Wakil Juru Bicara Sebastian Hille telah menegaskan bahwa Merz menyaksikan laga tersebut secara langsung, reputasi sang pemimpin kini semakin diuji. Publik Jerman tampak semakin kritis dalam menyoroti setiap gerak-gerik sang kanselir, terutama di tengah performa pemerintah yang dinilai stagnan dalam menangani permasalahan domestik terkini.