Pasar saham Eropa menutup sesi perdagangan pada Senin, 29 Juni 2026, dengan catatan yang cukup bervariasi. Indeks STOXX Europe 600 berhasil mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,1 persen ke level 636, sementara Euro STOXX 50 naik 0,2 persen ke posisi 6.234. Meski sempat diterpa ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, performa indeks kawasan tetap bertahan di dekat level tertinggi sepanjang sejarah berkat sokongan kuat dari sektor teknologi dan energi.
Sektor teknologi menjadi motor penggerak utama setelah saham-saham semikonduktor dan perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) mengalami pemulihan pasca-aksi jual pekan lalu. Tren positif ini sejalan dengan reli serupa di pasar Amerika Serikat yang dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terhadap prospek industri AI. Di sisi lain, eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut mengerek harga minyak dunia, yang pada akhirnya memberikan dorongan signifikan bagi saham-saham di sektor energi.
Namun, tidak semua sektor menikmati sentimen positif. Saham-saham perbankan di berbagai negara Eropa terpantau melemah seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Selain itu, para pelaku pasar tampak mengambil langkah konservatif menjelang Forum Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra. Pertemuan tersebut sangat dinantikan karena diharapkan mampu memberikan sinyal krusial mengenai prospek inflasi serta arah kebijakan suku bunga di masa depan.
Kondisi pasar di beberapa negara utama Eropa mencerminkan pola serupa. Indeks FTSE 100 di Inggris cenderung mendatar, dengan tekanan dari sektor pertambangan yang terbebani penurunan harga logam, namun berhasil diredam oleh penguatan saham energi. Sementara itu, indeks DAX 40 di Jerman dan CAC 40 di Prancis masing-masing melemah 0,2 persen. Investor di wilayah tersebut cenderung berhati-hati, terutama di sektor konstruksi, otomotif, dan barang mewah, sembari memantau perkembangan situasi keamanan global yang memengaruhi sentimen risiko secara keseluruhan.