Sektor kesehatan di Kabupaten Banyuwangi mengalami kenaikan biaya pada Juni 2026. Berdasarkan laporan data terbaru, pengeluaran masyarakat untuk obat-obatan dan produk penunjang kesehatan tercatat mengalami inflasi sebesar 0,49 persen secara bulanan (month-to-month).
Angka ini menunjukkan tren kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan catatan bulan Mei 2026 yang berada di posisi 0,31 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk kelompok kesehatan di wilayah tersebut telah mencapai level 113,37, meningkat dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 112,82.
Dalam skala tahunan (year-on-year), inflasi sektor kesehatan di Banyuwangi telah menyentuh angka 1,09 persen. Sementara itu, jika dikalkulasikan sejak awal tahun hingga Juni 2026 (year-to-date), biaya kesehatan di wilayah tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 0,97 persen. Data ini mengukuhkan sektor kesehatan sebagai salah satu kelompok dengan kontribusi inflasi yang dominan di antara 10 kelompok yang dipantau di daerah tersebut, dengan sumbangsih mencapai 1,15 persen terhadap inflasi daerah.
Secara komparatif, posisi inflasi kesehatan di Kabupaten Banyuwangi menempati urutan ke-35 di tingkat nasional di antara 106 kabupaten/kota yang dipantau oleh BPS. Sebagai perbandingan, inflasi kesehatan tertinggi secara nasional tercatat sebesar 0,24 persen di salah satu wilayah, sementara Kabupaten Lampung Timur justru mengalami deflasi kesehatan sebesar 1,4 persen.