PT Pegadaian (Persero) mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam ekosistem pengelolaan emas nasional. Hingga Mei 2026, total volume emas yang dikelola perusahaan pelat merah tersebut telah menyentuh angka 153,72 ton, sebuah indikator kuat akan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap instrumen investasi logam mulia.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengungkapkan bahwa angka tersebut mencakup akumulasi dari berbagai instrumen investasi, termasuk tabungan emas digital yang kini mencapai saldo 20,1 ton serta produk cicil emas sebesar 4,8 ton. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memfasilitasi kebutuhan investasi masyarakat melalui platform yang lebih modern dan mudah diakses.

Guna mempertahankan momentum positif tersebut, Pegadaian tengah mengintensifkan strategi pengembangan bisnis bullion. Fokus utama perusahaan meliputi inovasi produk yang menyasar segmen ritel hingga korporasi, serta percepatan transformasi digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Langkah ini bertujuan agar aksesibilitas layanan bullion semakin luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Lebih jauh, Pegadaian berkomitmen membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, lembaga keuangan, hingga pelaku industri lainnya. Menurut pihak perusahaan, kolaborasi antar pelaku pasar merupakan kunci utama dalam menciptakan iklim industri emas yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan di tanah air.

Sejak mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024, Pegadaian kini bersinergi dengan entitas lain seperti Bank Syariah Indonesia untuk memperkuat fondasi bank emas nasional. Perusahaan optimis bahwa kehadiran pemain baru dalam industri ini akan membawa dampak positif bagi literasi dan inklusi keuangan masyarakat terkait investasi emas.