Napoli dilaporkan tengah menyusun strategi untuk melepas striker asal Belgia, Romelu Lukaku, pada jendela transfer musim panas ini. Keputusan tersebut diambil manajemen Partenopei menyusul pertimbangan matang terkait keseimbangan finansial klub dan produktivitas sang pemain yang dinilai terus menurun.
Klub mematok harga minimal sebesar EUR 10 juta untuk setiap tim yang berminat meminang penyerang berusia 33 tahun tersebut. Sejumlah pihak, mulai dari klub liga Arab Saudi, kompetisi MLS di Amerika Serikat, hingga mantan klub Lukaku, RSC Anderlecht, disebut-sebut sebagai kandidat utama destinasi karier selanjutnya bagi sang pemain.
Langkah tegas ini tidak terlepas dari beban gaji Lukaku yang sangat tinggi, yakni mencapai EUR 12,5 juta untuk satu tahun tersisa. Di sisi lain, kontribusi Lukaku di lapangan justru kian terhambat oleh rentetan cedera yang membuatnya jarang tampil maksimal bersama skuat di Stadio Diego Armando Maradona.
Hubungan antara klub dan pemain juga sempat merenggang pada musim lalu. Lukaku menuai kritik setelah lebih memilih menggunakan jasa fisioterapis pribadinya saat menjalani rehabilitasi cedera di Belgia, alih-alih mengikuti arahan tim medis resmi Napoli. Kepergian pelatih Antonio Conte pun dianggap menjadi faktor pendukung utama mengapa sang striker kini tak lagi memiliki urgensi untuk bertahan di Napoli.
Selama dua musim berseragam Napoli sejak 2024, Lukaku tercatat hanya mampu tampil dalam 45 pertandingan dengan torehan 15 gol dan 11 assist. Angka tersebut dianggap jauh dari ekspektasi bagi pemain dengan gaji fantastis. Meski Chelsea memiliki hak atas 30 persen nilai penjualan jika harga transfer melampaui EUR 15 juta, Napoli tampak lebih memprioritaskan pengurangan beban pengeluaran klub di musim depan.