Menghadapi tantangan industri yang kian kompleks, para pengelola media lokal di Provinsi Banten didorong untuk melakukan diversifikasi usaha. Langkah ini dinilai krusial sebagai strategi utama untuk menjaga keberlanjutan operasional perusahaan di luar pendapatan dari aktivitas jurnalistik konvensional.

Editor in Chief Suara.com, Suwarjono, dalam gelaran Banten Media Hub 2026 di Aston Serang Hotel and Convention Center, Selasa (30/6/2026), menekankan bahwa jurnalisme memerlukan biaya operasional yang besar. Oleh karena itu, ketergantungan pada model bisnis lama tidak lagi memadai bagi keberlangsungan jangka panjang media di daerah.

"Kami menargetkan setiap media yang hadir dapat melahirkan setidaknya satu unit bisnis baru. Dengan kehadiran sekitar 50 media, diharapkan akan muncul 50 variasi usaha yang memperkuat ekonomi perusahaan," ujar mantan Ketua Umum AJI tersebut. Program inkubasi ini rencananya juga akan diperluas ke berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra.

Dukungan serupa datang dari sektor swasta. Head of Corporate Communication PT Chandra Asri Pacific Tbk, Chrysanthi Tarigan, menegaskan bahwa media adalah mitra strategis. Pihaknya mendukung penuh inisiatif ini agar media lokal mampu beradaptasi dan tumbuh sehat melalui model bisnis yang lebih kreatif dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Beni Ismail, turut mengamini potensi tersebut. Ia menyarankan agar perusahaan media mulai menjajaki peluang di bidang lain, seperti penyelenggaraan kegiatan atau jasa kreatif lainnya, guna mengoptimalkan potensi perusahaan di tengah ekosistem informasi yang terus berubah.