Akademi Politik Regional II baru saja menggelar sesi kerja strategis bersama Akademi Ilmu Politik Nasional Ho Chi Minh untuk mengevaluasi kinerja serta memetakan arah pengembangan masa depan. Pertemuan yang berlangsung di tengah semangat perayaan hari jadi ke-50 Kota Ho Chi Minh ini menjadi momentum krusial bagi institusi dalam memperkuat kapasitas teori dan praktik politik di wilayah Selatan.
Dalam laporannya, manajemen Akademi Politik Regional II memaparkan capaian signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026, termasuk keberhasilan penyelenggaraan kursus teori tingkat lanjut bagi pejabat asal Champasak, Laos. Selain itu, institusi tersebut telah melakukan standardisasi proses akademik dan menerapkan metode pembelajaran berbasis diskusi kritis yang lebih interaktif bagi para mahasiswa.
Profesor Madya, Dr. Doan Minh Huan, Direktur Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh, memberikan apresiasi atas stabilitas dan dedikasi kolektif yang ditunjukkan oleh unit tersebut. Namun, beliau menekankan pentingnya respons terhadap tuntutan era transformasi digital. Enam arahan strategis telah ditetapkan, termasuk mendorong kolaborasi aktif antara dosen dan mahasiswa dalam menciptakan pengetahuan baru serta mengoptimalkan posisi strategis wilayah Selatan sebagai laboratorium praktis bagi kebijakan publik.
Lebih lanjut, pimpinan pusat mendorong agar Akademi Politik Regional II tidak terjebak pada mekanisme administratif yang kaku. Fokus utama kini diarahkan pada peningkatan kapasitas riset, pengembangan tim pengajar yang unggul, serta pemanfaatan potensi regional untuk menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata. Pihak pusat juga berkomitmen mendukung peningkatan infrastruktur, termasuk modernisasi ruang kuliah dan asrama untuk menunjang efektivitas pendidikan.
Pertemuan ditutup dengan instruksi tegas agar seluruh departemen terkait berkolaborasi guna mengurai hambatan birokrasi. Dengan semangat inovasi yang proaktif, Akademi Politik Regional II diharapkan dapat bertransformasi menjadi lembaga rujukan utama yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional di masa depan melalui kerangka teoretis yang kokoh dan relevan dengan praktik di lapangan.