PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencatatkan kinerja impresif di sektor bisnis digital selama kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan digital sebesar 8,8 persen secara tahunan (year-on-year), sebuah capaian yang diklaim sebagai hasil langsung dari integrasi agresif teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam ekosistem layanan mereka.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, anak usaha Telkom Indonesia ini menempatkan AI sebagai komponen integral dalam pengalaman pelanggan sehari-hari. VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan bahwa perusahaan fokus pada kemudahan aksesibilitas melalui platform yang sudah lazim digunakan pelanggan, seperti aplikasi MyTelkomsel, asisten virtual Veronika, hingga layanan MAXStream.
"Pengembangan ke depan akan diarahkan pada personalisasi layanan yang lebih mendalam, rekomendasi yang kontekstual, serta pengalaman digital yang membantu pelanggan menghemat waktu dan mempermudah pengambilan keputusan," ujar Fahmi di Jakarta, Senin (6/7/2026). Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga didukung melalui kolaborasi strategis serta skema paket layanan (bundling) bersama mitra teknologi global.
Dampak positif dari transformasi ini terlihat dari indikator operasional perusahaan. Hingga tiga bulan pertama tahun 2026, Telkomsel mencatatkan trafik data yang sangat tinggi mencapai 5.770 Petabyte (PB). Selain itu, rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) seluler ikut mengalami peningkatan menjadi Rp45.000, yang kemudian berkontribusi pada pertumbuhan total pendapatan perusahaan sebesar 1,3 persen di tengah persaingan industri yang kian sengit.