Dinas Pajak Kota Ho Chi Minh tengah meningkatkan intensitas pengawasan dan inspeksi terhadap sejumlah sektor usaha yang dinilai memiliki risiko kepatuhan pajak tinggi. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memastikan pencapaian target penerimaan anggaran negara yang dipatok mencapai 1 triliun VND pada tahun 2026.
Wakil Kepala Dinas Pajak Kota Ho Chi Minh, Nguyen Van Cong, menegaskan bahwa fokus pemeriksaan akan menyasar industri dengan perputaran uang tunai yang masif, termasuk sektor kedokteran gigi, salon kecantikan, ritel, serta bisnis makanan dan minuman. Selain itu, otoritas juga akan memantau ketat sektor perdagangan elektronik (e-commerce) dan layanan digital untuk meminimalisasi praktik penghindaran pajak.
Data otoritas pajak mencatat bahwa hingga akhir Juni 2026, realisasi pendapatan anggaran telah mencapai 400.136 miliar VND. Meski menunjukkan tren positif dengan kenaikan 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pihak berwenang mengakui adanya tantangan ekonomi global yang dinamis. Oleh karena itu, pengawasan terhadap penetapan harga transfer dan perusahaan yang melaporkan kerugian secara terus-menerus akan menjadi prioritas utama.
Selain pengawasan operasional, Dinas Pajak juga berkomitmen melakukan penagihan utang pajak secara lebih agresif. Otoritas menargetkan pemulihan setidaknya 80 persen dari total utang pajak yang dapat ditagih, dengan fokus khusus pada tunggakan sektor properti dan pertanahan. Sistem klasifikasi utang akan dibenahi guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kas negara.
Hingga pertengahan tahun ini, otoritas pajak telah berhasil memulihkan piutang sebesar 107.979 miliar VND. Upaya pembersihan data faktur serta penindakan terhadap praktik penggelapan pajak diproyeksikan akan terus berlanjut hingga akhir tahun guna menjaga rasio utang pajak tetap di bawah 8 persen dari total realisasi pendapatan nasional.