Aksi gotong royong warga Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Lampung Timur, mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, warga secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah karena akses jalan di wilayah mereka yang dibiarkan rusak parah dalam waktu lama.

Sebagai bentuk protes, warga memutuskan untuk berhenti menyetor pajak dan mengalihkan dana tersebut guna membeli material bangunan seperti semen. Langkah ini diambil sebagai solusi pragmatis agar mobilitas masyarakat setempat tidak terus terhambat oleh kondisi jalan yang sulit dilalui.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengakui bahwa pihaknya telah memantau kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa kendala utama pembangunan di Dusun Umbul Glimbung berkaitan dengan status wilayah yang berada di kawasan register, sehingga memerlukan penanganan khusus.

Lebih lanjut, Ela menyatakan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan pembangunan jalan secara bertahap di kawasan tersebut. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara menyeluruh sekaligus, melainkan harus diprioritaskan pada ruas-ruas jalan tertentu.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur pun mengapresiasi inisiatif warga yang memilih melakukan perbaikan swadaya pada ruas jalan sepanjang satu kilometer tersebut. Pihaknya berjanji akan menjadikan aspirasi ini sebagai bahan evaluasi agar perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.