BPJS Kesehatan Cabang Semarang kembali memperkuat literasi terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di lingkungan akademisi. Melalui agenda 'BPJS Kesehatan Goes to Campus' yang berlangsung di Universitas Negeri Semarang (UNNES), para mahasiswa diajak untuk lebih mendalami peran strategis jaminan kesehatan bagi masyarakat luas.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menekankan pentingnya posisi mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change). Menurutnya, edukasi ini menjadi krusial agar generasi muda memahami betapa masifnya perlindungan yang diberikan JKN, yang tercatat melayani sekitar dua juta pengguna setiap harinya atau setara dengan 1.338 pemanfaatan layanan per menit.

Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, total pembiayaan layanan kesehatan mencapai angka Rp190,3 triliun. Sari menambahkan bahwa program JKN tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menekan angka kemiskinan, memberikan perlindungan finansial bagi belasan juta penduduk, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebesar 2,71 persen.

Menanggapi kegiatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, Sri Ratna Rahayu, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai, interaksi langsung antara mahasiswa dengan praktisi penyelenggara JKN memberikan wawasan praktis yang tidak didapatkan di ruang kelas.

Lebih lanjut, pihak universitas berharap agar mahasiswa dapat berperan aktif dalam program JKN, baik melalui kegiatan pengabdian masyarakat maupun penelitian. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kendala di lapangan, terutama terkait penduduk yang belum terdaftar atau memiliki status kepesertaan yang tidak aktif.