Banyak masyarakat yang masih ragu untuk mengonsumsi buah di malam hari karena khawatir akan lonjakan kadar gula darah. Namun, sejumlah ahli gizi menegaskan bahwa bagi individu dengan kondisi kesehatan normal, menyantap buah sebelum tidur tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi metabolisme tubuh.

Spesialis edukasi diabetes, Kimberley Rose-Francis, menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme homeostasis yang canggih. Selama masa istirahat atau tidur, organ hati bersama dengan peran hormon dalam tubuh bekerja secara sinergis untuk memastikan kadar glukosa dalam darah tetap berada pada rentang yang stabil.

Senada dengan hal tersebut, ahli gizi Lucy Zhang menekankan bahwa tubuh orang sehat mampu memproduksi serta menggunakan insulin secara efektif untuk memproses glukosa dari buah. Kuncinya terletak pada pemilihan jenis buah, yakni lebih disarankan mengonsumsi buah utuh dibandingkan olahan jus, karena kandungan serat pada buah utuh berfungsi menghambat penyerapan gula ke aliran darah secara mendadak.

Meski aman bagi sebagian besar orang, perhatian khusus perlu diberikan bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki resistensi insulin. Kelompok ini disarankan untuk lebih selektif dalam memilih jenis buah dan mengombinasikannya dengan asupan protein atau lemak sehat, seperti menyantap apel dengan selai kacang atau buah beri dengan yogurt Yunani, guna memperlambat kenaikan glukosa.

Para ahli juga memberikan beberapa tips praktis agar camilan malam tetap menyehatkan, di antaranya adalah memilih buah yang belum terlalu matang untuk mendapatkan pati resisten yang lebih tinggi, serta membatasi porsi hanya satu buah berukuran sedang. Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama sepuluh menit setelah makan dapat membantu tubuh mengelola glukosa dengan lebih efisien sebagai sumber energi.