Pakar kardiologi dari Siloam Heart Hospital, Dr. dr. Sidhi Laksono, Sp.JP.Subsp KI(K), menegaskan bahwa pasien dengan riwayat penyakit jantung wajib melengkapi vaksinasi. Hal ini krusial mengingat setiap infeksi yang menyerang tubuh akan meningkatkan beban kerja jantung secara signifikan, yang pada akhirnya dapat memicu dekompensasi atau perburukan kondisi gagal jantung secara mendadak.

Ketika tubuh melawan infeksi, metabolisme meningkat dan jantung dipacu bekerja lebih keras untuk mendistribusikan oksigen. Bagi penderita penyakit jantung, beban ekstra ini sangat berisiko. Oleh karena itu, organisasi profesi kesehatan internasional, termasuk American Heart Association (AHA), kini menempatkan vaksinasi sebagai bagian integral dalam tata laksana standar bagi pasien kardiovaskular.

Salah satu fokus utama dalam edukasi kesehatan ini adalah risiko herpes zoster atau cacar api. Virus varicella-zoster yang menetap di jaringan saraf pasca-cacar air dapat reaktivasi seiring penurunan daya tahan tubuh, terutama pada lansia. Infeksi ini tidak hanya menimbulkan nyeri hebat atau neuralgia pascaherpes, tetapi juga memicu peradangan pada pembuluh darah yang dapat memicu penyumbatan, serangan jantung, hingga stroke.

Dr. Giovanno Rachamanda Maulane, Sp. JP, menambahkan bahwa vaksinasi herpes zoster berfungsi sebagai langkah preventif untuk membentuk memori imun. Meski vaksin tidak menjamin kekebalan mutlak dari infeksi, pemberian vaksin terbukti secara klinis mampu menekan tingkat keparahan gejala dan meminimalisir potensi komplikasi berat bagi kelompok berisiko tinggi seperti penderita diabetes, gagal ginjal, dan kanker.

Sebagai langkah konkret, pihak Siloam Heart Hospital melalui program 'Heart Care Day' terus mendorong masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia dan mereka dengan komorbid kronis, untuk segera berkonsultasi mengenai jadwal imunisasi. Selain vaksinasi, penanganan cepat melalui prosedur medis yang tepat waktu menjadi pilar utama dalam menekan angka fatalitas penyakit kardiovaskular di Indonesia.