Pemerintah Vietnam menunjukkan komitmen serius dalam mendorong pengembangan teknologi strategis guna memperkuat kemandirian nasional. Wakil Menteri Sains dan Teknologi, Bui Hoang Phuong, menegaskan bahwa pengembangan ini menjadi prioritas utama yang dipantau langsung oleh kepemimpinan tertinggi negara untuk memastikan target tercapai secara optimal.

Hingga awal Juli 2026, kementerian telah menerima 28 proposal dari berbagai sektor terkait pengembangan teknologi. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Perdana Menteri Nomor 808/QD-TTg yang menugaskan 20 agenda teknologi strategis kepada sejumlah kementerian dan lembaga pusat untuk dieksekusi secara terpadu.

Hasil peninjauan awal menunjukkan bahwa beberapa inovasi memiliki tingkat kesiapan tinggi dan berpotensi menghasilkan produk komersial dalam waktu dekat. Inovasi tersebut mencakup kamera berbasis kecerdasan buatan (AI), robot otonom, kendaraan udara nirawak (UAV), hingga platform pendidikan cerdas dan solusi bioteknologi untuk sektor pertanian.

Kementerian Sains dan Teknologi menekankan bahwa efektivitas produk akan diukur berdasarkan kelayakan komersialnya. Implementasi teknologi ini diharapkan mampu menjawab tantangan nyata dalam manajemen perkotaan, logistik, transportasi, hingga sektor kesehatan. Saat ini, sejumlah perusahaan domestik telah menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam merealisasikan prototipe tersebut.

Meski terdapat optimisme, pemerintah tetap bersikap realistis terkait kompleksitas teknologi masa depan. Untuk bidang yang memerlukan riset mendalam seperti satelit, kereta api berkecepatan tinggi, dan pemrosesan logam tanah jarang, pemerintah telah menyusun peta jalan jangka panjang hingga tahun 2030, sembari tetap menargetkan pencapaian nyata bagi beberapa produk strategis lainnya pada akhir tahun 2026.