Pemerintah Kota Ho Chi Minh secara resmi mempercepat agenda pemeriksaan kesehatan nasional bagi seluruh warganya. Langkah strategis ini bertujuan agar pada akhir tahun 2026, setiap penduduk memiliki akses ke rekam medis elektronik yang dikelola secara berkelanjutan sepanjang siklus hidup mereka.

Direktur Dinas Kesehatan Kota Ho Chi Minh, Tang Chi Thuong, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan pergeseran paradigma dari pengobatan kuratif menuju pola pikir pencegahan proaktif. Dalam kerangka kerja baru ini, data menjadi instrumen utama tata kelola, sementara masyarakat diposisikan sebagai pusat dari seluruh layanan kesehatan yang diberikan.

Salah satu terobosan signifikan yang diterapkan adalah penghapusan batasan administratif dalam layanan kesehatan. Kini, masyarakat diberikan kebebasan penuh untuk memilih fasilitas medis yang paling strategis bagi mereka, baik yang dekat dengan tempat tinggal, lokasi kerja, maupun area sekolah, tanpa terikat pada zonasi administratif wilayah.

Bapak Thuong menekankan bahwa kesuksesan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif pemerintah di tingkat kelurahan dan komune. Ia mengibaratkan semangat mobilisasi ini seperti saat penanganan pandemi COVID-19, di mana setiap kelompok masyarakat berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan kolektif.

Selain memudahkan akses, mekanisme fleksibel ini dirancang untuk mengurangi beban kepadatan di fasilitas kesehatan tertentu sekaligus meningkatkan efektivitas sistem kesehatan publik maupun swasta. Langkah ini diharapkan mampu membangun sistem kesehatan yang lebih cerdas, manusiawi, dan berkelanjutan bagi seluruh warga kota.