Program strategis pemerintah dalam mendukung alih teknologi di wilayah pedesaan, pegunungan, dan daerah minoritas etnis telah mencatatkan pencapaian signifikan selama sepuluh tahun terakhir. Sejak diresmikan melalui Keputusan Perdana Menteri Nomor 1747 pada tahun 2015, inisiatif ini berhasil menjembatani kesenjangan antara riset ilmiah dengan realitas produksi di lapangan.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 1.426 model aplikasi teknologi telah diterapkan melalui 551 proyek yang tersebar di 34 provinsi. Langkah ini tidak sekadar memperkenalkan peralatan baru, tetapi juga mentransfer ribuan proses teknologi canggih yang terbukti mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas hingga lebih dari 30 persen dibandingkan metode tradisional.
Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Le Xuan Dinh, menekankan bahwa keberhasilan utama program ini terletak pada perubahan pola pikir masyarakat. Kini, petani tidak lagi terpaku pada produksi swasembada, melainkan telah beralih menuju produksi komoditas bernilai tambah tinggi yang mampu menembus jaringan ritel modern dan industri berskala besar.
Aspek keberlanjutan menjadi fokus utama melalui pelatihan intensif terhadap lebih dari 82.000 petani serta ribuan tenaga teknis lokal. Dengan membangun kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput, kemajuan teknologi yang telah diperkenalkan mampu dipertahankan dan dikembangkan secara mandiri, menciptakan ekosistem inovasi yang tangguh di tingkat daerah.
Ke depan, pemerintah menargetkan transformasi lebih mendalam dengan memposisikan sektor bisnis sebagai pusat inovasi. Fokus kebijakan akan bergeser dari sekadar penyediaan model menjadi pembangunan rantai nilai yang komprehensif, guna memastikan bahwa iptek benar-benar menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh pelosok negeri.